Bahasa Indonesiaku yang gundah membawaku ke sebuah paragraf yang menguarkan bau tubuhmu. Malam merangkai kita menjadi kalimat majemuk bertingkat yang hangat di mana kau induk kalimat dan aku anak kalimat. Ketika induk kalimat bilang pulang, anak kalimat paham bahwa pulang adalah masuk ke dalam palung. Ruang penuh raung. Segala kenang tertidur di dalam kening. Ketika akhirnya matamu mati, kita s…
kau mendobrak ke sisa ruang menggelandang bayang-bayang menggelandang jarak yang ternyata hanya bayang-bayang menggelandang bayang-bayang yang tak kenal jarak menggelandang jarak dan bayang-bayang mengikatnya di ruang yang tak menyisakan helaan napas kita sejak itu kita tahu tidak akan pernah bisa berpisah telah kita eja setiap helaan dan hembusan agar bebas batas agar rasa pedih leluasa menafs…
“Kita masih sangat muda dan luka adalah biasa.”
Joko Pinurbo yang juga menulis Selamat Menunaikan Ibadah Puisi ini, selalu berhasil mengangkat tema sehari-hari seperti cinta, keluarga, masa lalu, bahkan kritik terhadap pemerintah dengan lugas.
Dari kamar mandi yang jauh dan sunyi saya ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puisi. * Sabda sudah menjadi saya. Saya akan dipecah-pecah menjadi ribuan kata dan suara. * Tubuhku kenangan yang sedang menyembuhkan lukanya sendiri. * Menggigil adalah menghafal rute menuju ibu kota tubuhmu. * Lupa: mata waktu yang tidur sementara. * Tuhan yang merdu, terimalah kicau burung dalam kepalaku. * Kita adal…
Buku Hibah dari Gramedia