Saya tergoda dan “terluka” oleh judul buku puisi ini. Judul yang non-puitik ini sepadan dengan perangai sajak-sajak Anya yang merongrong ketenangan dan ketenteraman jiwa. —Joko Pinurbo, penyair Memilukan tapi tidak cengeng. Membacanya kita seperti mengais wajah kita sendiri. —Oka Rusmini, penyair … keberanian yang mereka tawarkan menghuni pikiran saya untuk waktu yang lama. —Maesy A…