seperti aku padamu sebelum langit hitam habis kutaruh cahaya, kau beri telinga berbincang kita pada cinta dan tangis dalam ruang kekhawatiran jiwa layaknya kamu padaku sebelum malam usai lupa cara memutar alunan musik berbicara kita dari ...
Aku terluka dan kusembuhkan sendiri. Aku memberi ruang untuk tinggal, tetapi kamu lebih memilih memaksa menepi pergi. Aku bertahan meski kamu sering mencoba merobohkan benteng yang kubangun. Hingga akhirnya aku sadar, aku tulus pada orang yang salah. Aku mencintai sepanjang rasa kalah. Aku tidak pernah benar-benar berharga untukmu.