Y.B. Mangunwijaya dengan novelnya Burung-burung Manyar mencoba melihat revolusi Indonesia dari segi yang objektif bahkan agak cenderung melihatnya dari segi Belanda, dengan memasang protagonis orang Indonesia yang anti-Republik. Nilai buku ini terutama terletak pada keberanian pengarang untuk mengisahkan konflik jiwa seorang anti-Republik semasa revolusi, segi informasinya tentang kehidupan ten…
Hibah Arsa Widitiarsa Utoyo
Hibah Arsa Widitiarsa Utoyo
Inilah yang kubayangkan detik-detik terakhir Bapak: 18 Mei 1970. Hari gelap. Langit berwarna hitam dengan garis ungu. Bulan bersembunyi di balik ranting pohon randu. Sekumpulan burung nasar bertengger di pagar kawat. Mereka mencium aroma manusia yang nyaris jadi mayat bercampur bau mesiu. Terdengar lolongan anjing berkepanjangan. Empat orang berbaris rapi, masing-masing berdiri dengan senapan y…
#1 USA Today #1 Indie Bestseller #1 New York Times Bestseller #1 Wall Street Journal Bestseller Ikuti Tanda Athena Balaskan dendamku Rencana Annabeth nebjemput Percy dengan damai ternyata gagal dilakukan. Leo mengacau dan membuat Perkemahan Jupiter memburunya. Namun, misi Ramalan Tujuh harus tetap dilaksanakan. Dibayangi kejaran para mata-mata dan pasukan demigod Roma, Percy, Frank, Hazel, Jaso…
Semua pilihan mengandung risiko. Kau boleh percaya … atau mengabaikannya. Tapi, ingat, apa tujuanmu? Setelah terjatuh ke Dunia Bawah, Percy dan Annabeth disiksa oleh rasa lapar dan dahaga serta suara tangisan tak terperi yang membuat pikiran mereka kacau. Tak hanya itu, para monster yang telah mereka bunuh pun bermunculan, bermaksud membalas dendam. Sementara di langit, kru Argo II mati-matia…
“Di selatan, di Negeri Nirdewa, mahkota legion bersemayam. Terjatuh dari es, putra Neptunus akan tenggelam.” Saat terbangun dari tidur panjang, selain namanya sendiri, Percy hanya bisa mengingat satu nama lain—Annabeth. Dia tidak bisa mengingat asal-usulnya ataupun penyebab banyak monster mengejar dan ingin membunuhnya. Tubuh Percy secara refleks berusaha melawan mereka dan bertahan hidup…
Masuk sekolah baru, bertemu gadis manusia yang bisa melihat menembus Kabut, dan lagi-lagi dituduh membakar gedung sekolah. Awal petualangan yang menjanjikan, bukan? Misi teranyar: menjelajahi Labirin ciptaan Daedalus, pencipta terhebat dalam sejarah. Variasi teror: terancam gila, tersesat selamanya, bertemu monster dan kemungkinan besar—lagi-lagi—berakhir tewas, dan salah langkah akan menga…
Typhon, monster yang paling kuat dan ditakuti para dewa, bebas. Dan, dengan penuh semangat ingin membinasakan Olympus. Bahkan meski semua dewa menyatukan kekuatan pun, mereka masih tidak bisa membunuhnya, hanya sekadar … memperlambat. Jadi, apa yang mereka harapkan? Kami, para demigod fana, membantu? Mungkin saja. Sebagai camilan si monster, kalau-kalau dia lapar. Maaf, aku stres. Biasalah, r…
Aku tidak menyukai para Pemburu Artemis. Mereka angkuh, galak, dan benci lelaki. Lebih tidak suka lagi karena mereka berhasil merekrut Bianca di Angelo, blasteran baru. Dia sangat egois karena tega meninggalkan adiknya, Nico, sendirian. Ya, ya, tahu apa aku tentang isi hati para gadis? Tapi, alasan utama aku kesal adalah karena Annabeth sepertinya tertarik untuk ber—ah, membahasnya pun aku ma…
Kau pikir hidupku kembali tenang setelah berhasil mencegah perang besar antardewa? Tentu saja tidak. Aku terus dihantui mimpi tentang Grover, sahabat satirku, yang sepertinya hendak dinikahi paksa oleh Cyclops jahat. Lalu, aku membakar gimnasium sekolah tanpa sengaja—salahkan para raksasa! Perkemahan Blasteran bahkan menghadapi serangan dari banteng-banteng yang suka bikin gosong orang. Nah, …
Desember bagi Amai adalah waktu untuk menonton pertunjukan teater Bhanu-lelaki yang ditemuinya tiga bulan lalu, tapi rasanya sudah ia kenal sejak lama. Desember bagi Asyera adalah perenungan tentang perjalanan enam tahun bersama kekasihnya, Alga. Haruskah ia bertahan hanya karena sudah terlalu lama bersama? Desember bagi Djoeli adalah pertemuan-pertemuan dengan Khadafi dalam ruangan rapat. Menc…